BANJARMASIN, 11 Juni 2026 – Dinamika dunia audit yang terus bertransformasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadi sorotan utama dalam Kuliah Pakar yang digelar oleh Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Humaniora Universitas Sari Mulia. Mengangkat tema provokatif “AI vs Auditor”, Kegiatan Kuliah Pakar Audit yang dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Humaniora Bapak Yusri, SE., MM., CRP., CNPSP ini sukses diselenggarakan pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Aula Universitas Sari Mulia.
Untuk mengupas tuntas fenomena tersebut, program studi sarjana Akuntansi Fakultas Humaniora Universitas Sari Mulia menghadirkan pakar audit terkemuka, Ibu Dr. Gemi Ruwanti, M.Si., Ak., CA., CPA. Di hadapan para mahasiswa dan civitas akademika, beliau membedah secara komprehensif mengenai peta peluang, tantangan, serta masa depan karier akuntan publik profesional, khususnya dalam konteks wilayah Kalimantan Selatan.
Dr. Gemi Ruwanti menegaskan bahwa di era modern ini, seorang akuntan publik dituntut untuk jauh lebih adaptif. Kehadiran AI bukan lagi sekadar prediksi masa depan, melainkan realitas yang telah mengubah cara kerja kantor akuntan publik (KAP) dalam memproses dan menganalisis data laporan keuangan.
Selain memetakan tantangan global, kuliah pakar ini juga memberikan angin segar mengenai prospek karier akuntan publik di Kalimantan Selatan. Seiring dengan pertumbuhan sektor industri, komoditas, dan geliat bisnis lokal yang semakin membutuhkan transparansi tata kelola keuangan, kebutuhan akan jasa pemastian (assurance) dari auditor lokal yang profesional justru semakin meningkat tajam.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar ini, Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Humaniora Universitas Sari Mulia kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori di atas kertas, tetapi juga tanggap terhadap disrupsi teknologi.
Dengan bekal pemahaman taktis mengenai kolaborasi antara kompetensi audit konvensional dan teknologi AI, para mahasiswa diharapkan siap mengisi ceruk pasar profesional akuntan publik di Kalimantan Selatan dan mampu bersaing di kancah nasional.






